• +628222**22**2
  • irmanabilah5@gmail.com

Tag Archive sendiri

sendiri

Siapa Bilang Sendiri itu Mengerikan?

Aku tidak ingat kapan terakhir kali tidur 8 jam penuh.

Mungkin dua tahun yang lalu? Engg, sepertinya benar 5 tahun yang lalu.

Oh tidak juga, nyatanya aku benar-benar lupa.

Intinya post ini dibuat setelah secara tiba-tiba aku tidur tepat pukul 9 malam dan terpaksa bangun pukul 1 dini hari setelah bermimpi Cristiano Ronaldo terpilih menjadi presiden RI bukannya Prabowo ataupun Jokowi.

Mimpi yang kontroversial,

Beginilah jadinya kalau sebelum makan tidak berdoa.

Sudah cukup prolognya, sekarang ke inti. Jadi, kalian tau lah ya banyak banget orang yang sering bilang kalau sendiri itu mengerikan, mengenaskan, tanda jomblo akut, atau apapun yang serba jelek jelek. But hell no, tolong flowerkan kembali pikiran kalian. Rata-rata yang bilang begitu pasti belum pernah kan ngerasain jalan sendiri?

Karna aku pernah, maka akan kuceritakan kesendirianku yang sama sekali tidak mengerikan.

Jadi, dalam sebulan aku selalu menyempatkan 1-3 kali untuk menghabiskan waktu sendiri. Pergi ke coffee shop selalu jadi andalanku. Duduk di dekat jendela dengan kopi dimeja serta buku dan headset yang menempel ditelinga. Rasanya sudah sempurna bagiku, apalagi saat kulihat pengunjung sekitar yang 80% juga melakukan hal yang sama sepertiku.

Pernah di suatu waktu saat kursi dekat jendela telah penuh dan satu satunya tempat tercozy yang bisa aku jangkau adalah di meja bar, aku berkenalan dengan salah seorang barista. Wajahnya diatas rata-rata, tinggi dan berat badannya terlihat ideal, kulitnya sawo matang dan dari sedikit celah di kemeja panjangnya aku bisa melihat tato salib di atas pergelangan tangannya. Aku menyayangkan kita yang berbeda keyakinan. Tapi aku sungguh tidak berharap apapun, aku hanya senang ketika dia mulai bercerita tentang kopi yang menurutnya paling susah dibuat padahal aku tidak bertanya apapun.

Karna menghargainya yang bercerita lebih dulu, akupun mulai mengajukan beberapa pertanyaan basa-basi.

Seperti :

Kapan mulai bekerja disini?

Sejak kapan menyukai kopi?

Sampai, sudah berapa lama tinggal di Surabaya?

Lalu ditutup dengan, oh suka fotografi juga?

Semua dijawab dengan mulus dan faktanya membuatku terkejut. Pertama, namanya kusamarkan jadi Andi. Kedua, Andi sudah empat tahun bekerja disitu dan dia sama sekali tidak menyukai kopi pada awalnya. Andi asli Bali dan baru mulai pindah ke Surabaya sejak menempuh perguruan tinggi di salah satu Universitas kenamaan Surabaya. Otomatis sudah empat tahun Andi di Surabaya, dan dia bukan sarjana tata boga atau apapun lah itu yang berhubungan dengan masakan. DIA SARJANA. OMG. ADMINISTRASI NEGARA. Lalu yang buatku lebih shock, hobinya bukan membuat kopi tapi fotografi !!!

I think it’s crazy, but gak ada yang tau bagaimana hidup. Dari Andi aku belajar bahwa masuk kuliah gak melulu tentang setelah lulus dapat kerjaan bagus dan kerja dengan gaji besar. Kadang itu sekedar tentang mencari relasi, mengembangkan kemampuan terpendam serta mencoba hal baru.

Selain ke coffee shop, ada mall. Berbeda drastis dengan coffee shop langgananku yang sering sepi dan memang banyak penyendiri. Mall tidak begitu, hampir semua mall tidak ada yang sepi. Langgananku atau tidak langgananku. Banyak yang bilang mall adalah tempat bertemunya banyak orang, dan aku tidak berusaha menyangkal kebenaran ini. Tapi coba deh sesekali jalan ke mall sendiri. INI MENYENANGKAN! Aku bisa membeli apapun yang aku mau, bermain apapun di timezone tanpa ada yang melarang serta gak harus mengikuti ekor orang lain ke store yang aku benci. Sepenuhnya menyenangkan. Saat sendiri di mall ada lebih banyak hal yang bisa aku perhatikan. Termasuk apakah orang yang di depanku tergolong gay atau normal serta wanita cantik di ujung sana itu apakah tukang upload foto selfie di instagram dengan kata kata mutiara atau tukang sambat di twitter yang males kerja tapi pingin kaya raya. Semuanya dengan mudah aku ketahui, karna memang pandanganku tidak terhalang oleh seseorang yang sedang berjalan disampingku sambil menggenggam tanganku dan berharap waktu berhenti disitu.

Selain ke coffee shop dan mall. Perpustakaan selalu jadi tempat terbaikku. Atau paling enggak aku dateng aja seminar atau pameran. Melihat hasil karya foto orang lain, yang bisa membuatku jadi terinspirasi, itu membuatku banyak belajar. Karna mau bagaimana lagi ya, setiap individu punya hobi yang berbeda dan aku tidak bisa memaksamu menyukai apa yang aku suka begitupun sebaliknya.

Pernah sekali, saat tiba-tiba aku tidak ingin pergi sendiri. Aku ajak salah seorang temenku pergi ke pameran foto dan design grafis. Dia menguap setidaknya 10 kali dalam 30 menit dan itu membuatku merasa bersalah. Dia hampir mati kebosanan disana sedang mataku berbinar-binar layaknya kucing yang menemukan tikus besar. Aku tidak punya keberanian untuk mengutuk orang berbaju kuning di ujung sana yang menularkan temanku sebuah uapan. Hal paling benar menurutku saat itu adalah mengajaknya pulang meski masih banyak foto yang ingin kuperhatikan.

Lain kali pergi sendiri saja, mungkin baiknya begitu.

Intinya sih, aku mau menegaskan bahwa sendiri itu tidak mengenaskan. Ada banyak hal yang bisa kamu pelajari saat sendiri, salah satunya mencintai diri sendiri. Kamu juga selalu bisa mengembangkan kemampuan pribadimu saat sendiri. Bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya saat bersama orang lain, hanya saja kamu akan lebih fokus saat sendiri. Lalu jika kamu bucin dan menemukan seseorang yang mampu kamu cintai melebihi dirimu sendiri, jadilah bucin yang terhormat, yang tidak takut sesekali makan sendiri karna kamu sadar bahwa yang sering kali kamu perjuangkan mati matian belum tentu akan mau jika harus mati bersamamu.

Sekian.