• +628222**22**2
  • irmanabilah5@gmail.com

Category ArchiveReview

ratu ilmu hitam poster

[Review Film] Ratu Ilmu Hitam – Kimo Stamboel

Hai saya Yuri dan kali ini saya akan mereview atau membahas tentang film yang merupakan remake dari film yang dulu dibintangi oleh ratu horror Suzzana nih, yak Ratu Ilmu Hitam yang disutradarai Kimo Stamboel dan diproduseri Gope T. Samtani dengan penulis naskah yaitu Joko Anwar yang berada dalam naungan rumah produksi Rapi Film. Nah sebelum masuk ke reviewnya saya kasih dulu nih sedikit sinopsisnya.

Sinopsis :

Hanif membawa Nadya istrinya dan ketiga anak mereka ke panti asuhan tempat Hanif dulu dibesarkan. Pengasuh panti itu, Pak Bandi, sudah sangat tua dan sakit keras, Hanif datang untuk menjenguk setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Bukan cuma Hanif yang datang berkunjung, tapi juga dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, Anton dan Jefri yang membawa istri-istri mereka.

Malam itu mereka semua tiba di panti asuhan yang terletak di luar kota dan jauh dari pemukiman penduduk itu. Mereka bermaksud bermalam di sana untuk memberikan penghormatan terakhir buat orang yang telah mengasuh mereka sejak kecil. Mereka menyangka malam itu akan jadi malam yang penuh kedamaian. Mereka segera memahami bahwa mereka salah.

Review :

Oke saya akan awali dengan satu kalimat yaitu GILAAAA.

Sebelum nonton film ini saya kira film Perempuan Tanah Jahanam itu udah yang paling stress dan gila buat tahun ini, eh ternyata semua pemikiran saya itu langsung dibuang jauh – jauh dengan film ini. Bisa dibilang ini film merupakan bintangnya di tahun 2019 ini.

Adegan dimulai dengan scene yang bisa dibilang sudah sangat mainstream digunakan yaitu sekeluarga mengunjungi suatu tempat dengan mobil dimana mereka dengan tidak sengaja menabrak sesuatu yang dimana itu adalah awal dari bencana yang akan datang.

Oke diawal film ini saya memang gak terlalu suka sih bisa dibilang karena adegan seperti itu udah bosen banget. Tapi yang bikin saya suka dan sampai mual – mual (kampret emang ini film) adalah saat mereka semua berkumpul kembali di panti asuhan dan mulai menguak semua hal yang terjadi dulu.

Penemuan bis yang kecelakaan, kelabang dan serangga kecil lainnya dan oh ya ini film bukan film hantu lho ya, sesuai judulnya ini adalah film tentang ilmu hitam jadi bakalan banyak adegan yang mengganggu kita khususnya mereka yang tidak suka atau phobia dengan serangga, kelabang, ulat (hueeekkkk) dan darah yang banyak.

Bisa dibilang ini film bakalan menjadi mimpi buruk kalian semua jika tidak memiliki mental yang benar – benar kuat saat menontonnya. Sekarang saya akan membahas teknis dalam filmnya, dimana disini skoring saya bisa bilang tidak ada skoring yang terlalu mengganggu sih sepanjang filmnya, semua punya penempatan dan porsi yang pas.

Pengambilan gambar juga tidak ada masalah, untuk akting hmmmm setiap pemeran bisa menampilkan karakternya masing – masing apalagi bocah yang suka nanya itu sukses bikin saya kesel sendiri akibat tingkahnya.

Oh ya dan yang tidak kalah pentingnya yaitu editing disini efek yang dgunakan sudah terbilang bagus dan tidak terlihat seperti efek sinetron.

Overall untuk score saya bisa kasih 9/10 untuk film ini.

Sekian sedikit review dari saya tentang film Ratu Ilmu Hitam, apakah kalian memiliki pendapat lainnya? Silahkan kirim pendapat kalian di kolom komentar yaa. Terakhir, Yuri Out and See Ya!

@yurieka13

Jahanam

[Review Film] Perempuan Tanah Jahanam

Perempuan Tanah Jahanam

Hay saya Yuri dan hari ini saya akan sedikit mereview atau gampangnya membahas salah satu film yang sangat ditunggu oleh banyak orang yang berjudul ‘Perempuan Tanah Jahanam’. Film ini adalah film yang sudah direncanakan oleh Joko Anwar selama kurang lebih 10 tahun. Disutradarai oleh Joko Anwar sendiri bersama dengan produser Shanty HarmaynTia HasibuanAoura Lovenson Chandra; Ben Soebiakto dibawah naungan rumah produksi Rapi Film. Sebelumnya saya akan memberi tahu sinopsis film ini terlebih dahulu lalu baru saya akan memberikan sedikit review dari saya.

Sinopsis Perempuan Tanah Jahanam :

Maya (Tarao Basro) jatuh bangun hidup di kota tanpa keluarga, ia hanya memiliki sahabat bernama Dini. Saat usaha bersama mereka membutuhkan modal lebih, Maya yang mendapatkan informasi bahwa dia mungkin memiliki harta warisan dari keluarganya yang kaya di desa, membuatnya pergi mengunjungi kampung halaman yang tak pernah dikenalnya itu. Sesampainya di kampung yang jauh terpencil di tengah hutan, Maya dan Dini sampai di rumah besar yang kosong. Situasi sekitar juga terlihat aneh, salah satunya banyak kuburan anak-anak. Hingga pada suatu malam, Maya mendengar jeritan perempuan yang hendak melahirkan. Maya menuju asal suara dan menyaksikan proses kelahiran anak tersebut. Dari situlah, sedikit demi sedikit, misteri kampung yang kini ditinggali Maya dan Dini mulai terungkap.

Review :

Sebelumnya saya akan memberikan sebuah peringatan bagi kalian yang merasa dibawah 17 tahun harap untuk TIDAK MENONTON film ini, karena film ini sendiri bukanlah film yang bisa atau layak kalian tonton karena butuh kedewasaan dan juga banyak adegan distrubing sepanjang awal hingga akhir film, dan juga film ini tidak ada sensor sama sekali. Jadi saya mohon kesadarannya untuk kalian para ‘anak – anak’ untuk tidak menonton film ini. Oke lanjut ke review.

Jujur saat pertama saya ingin menonton film ini karena ingin mengetahui sejauh mana film horror Indonesia bisa berkembang dan apalagi ini adalah film garapan Joko Anwar yang bagi saya pribadi adalah idola saya dalam dunia perfilman. Dan ketika dari awal adegan film dimulai ini film bisa dibilang gak bisa santuy dikit, sumpah jantung kalian akan langsung dibuat deg – degan dari awal banget ketika pemeran utamanya Maya itu sudah hampir dibacok oleh orang asing sebelum akhirnya diselamatkan polisi. Dan mungkin kalian berpikir untuk bisa sedikit tenang setelah adegan awal, oh jangan harap, di film ini mungkin porsi untuk kita bisa bernafas itu hanya sekitar 20% sisanya kalian akan dibuat melongo dan geleng – geleng kepala karena adegan yang ditunjukkan. Oke sekarang masuk ke aspek penilaian untuk akting dan lainnya.

Di film ini akting dari setiap pemainnya itu gila bagus banget dan kita emang seperti disuruh untuk masuk kedalam film itu, suasana yang disajikan sangat mendukung dan bikin merinding, skoringnya yang masuk banget kedalam setiap adegannya dan tanpa ada yang mengganggu, pengambilan shoot yang bikin sadar ada hal gak beres di dalam adegan itu, yang intinya setiap hal saling membangun dan mengisi jika ada yang kurang, ya walau tetap ada yang mungkin sedikit miss dan bisa ditangani tapi itu juga gak terlalu mengganggu. Oh ya sebelum masuk ke score saya mau kasih tau kalau ada ‘mereka’ yang bener – bener muncul dan kelihatan dikamera lho hehehe, tebak sendiri ya yang mana.

Dan untuk film ini saya bisa memberikan skor 9.5/10 untuk film ini. Saya Yuri pamit dan See YA!!.

IG : @yurieka13

www.irmanabilah.com/review-film-joker-todd-phillips

[Review Film] JOKER – Todd Phillips

Review Film – JOKER

Hay saya Yuri dan hari ini saya akan sedikit mereview atau membahas salah satu film yang sangat ditunggu oleh banyak orang yaitu ‘JOKER’. Film ini adalah film yang menceritakan awal mula atau siapa itu sosok Joker yang menjadi vilain atau musuh terbesar batman. Disutradarai oleh Todd Phillips bersama dengan produser Bradley CooperEmma Tillinger dibawah naungan rumah produksi Village Roadshow Pictures dan DC Films. Sebelumnya saya akan memberi tahu sinopsis film ini terlebih dahulu lalu baru saya akan memberikan sedikit review dari saya.

Sinopsis film JOKER :

Arthur tumbuh dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam profesinya sebagai komedian stand up. Hidupnya kerap dirundung pilu.

Hal itu diperjelas dalam trailer, kala berusaha menghibur seorang anak kecil di dalam bus sekalipun raut muka Arthur Fleck terlihat sedang diliputi rasa kecewa dan putus asa. Ia kemudian dihardik oleh ibu si anak karena dianggap mengganggu.

Selain itu, pekerjaannya sebagai badut yang bertugas memegang papan penanda di jalanan membuatnya dirundung, bahkan pernah sampai terkapar di sebuah gang. Arthur Fleck tampak terbiasa diperlakukan tak adil oleh lingkungan sekitar.

Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia diolok-olok oleh presenter yang diperankan Robert De Niro lewat siaran TV nasional. Begitu banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah menjadi pembunuh.

Arthur mengubah identitas dirinya dengan menjadi Joker, menampilkan pribadi baru yang jahat.

Review film JOKER :

HAHAHAHAHA

Itulah perasaan awal saya setelah menonton film ini. Bukannya tertawa karena lucu tapi kegilaan dari Joker dalam film ini bisa menghipnotis semua orang untuk ikut ‘gila’ bersamanya. Film ini memiliki pembangunan karakter yang sangat kuat dan tidak sembarang aktor dapat melakukannya, maka dari itu saya berikan tepuk tangan saya kepada Joaquin Pheonix yang dapat membawakannya dengan sangat sangat bagus sekali (terkesan alay tapi kalian pasti paham kalau udah nonton). Seperti kebanyakan film dari DC lainnya yang menampilkan visual atau suasana yang ‘dark’, film ini juga menampilkan suasana yang sama, diperlihatkan bagaimana suasana Gotham City saat itu yang penuh dengan masalah sangat tergambar dengan bagus dalam film ini.

Lalu apakah dengan kesan yang ‘dark’ ini akan menjadi nilai yang jelek pada film ini? Justru tidak dan malah suasana itu yang ikut membangun film ini bisa menjadi salah satu film terbaik saat ini. Scoring yang diberikan juga tidak ada miss sama sekali dan bisa dibilang cukup membuat adegan dalam film menjadi lebih mengerikan lagi. Tapi dari semua itu poin penting dalam film ini adalah akting dari Joaquin Pheonix yang sangat patut diapresiasi karena dapat memerankan dan bahkan membawa kita untuk paham kesedihan dan kesusahan karakter Joker yang sejatinya adalah musuh dari Batman.

Dan untuk film ini saya bisa memberikan skor dan bahkan yakin sekali untuk memberikan 10/10 untuk film ini. JOKER oscar menantimu!. Saya Yuri pamit dan See YA!!.

IG : @yurieka13

[Review Film] GUNDALA

GUNDALA

Hay saya Yuri dan hari ini saya akan sedikit mereview atau gampangnya membahas salah satu film superhero asli Indonesia yang berjudul ‘GUNDALA’. Film ini adalah film pembuka dari universe BumiLangit dimana sutradaranya adalah bapak Joko Anwar, dan berada dibawah naungan produser Sukhdev SinghWicky V. Olindo; dan Bismarka Kurniawan.

Sinopsis dari Film GUNDALA :

Sancaka hidup di jalanan sejak ditinggal ayah dan ibunya. Menghadapi hidup yang keras, Sancaka belajar untuk bertahan hidup dengan tidak peduli dengan orang lain dan hanya mencoba untuk mendapatkan tempat yang aman bagi dirinya sendiri.

Ketika situasi kota semakin tidak aman dan ketidakadilan merajalela di seluruh negeri, Sancaka harus buat keputusan yang berat, tetap hidup di zona amannya, atau keluar sebagai Gundala untuk membela orang-orang yang ditindas.

Review dari saya untuk film ini dimana adalah film superhero asli Indonesia yaitu sudah bagus untuk kelasnya tetapi tetap memiliki beberapa kekurangan yang mungkin akan terselesaikan di film – film BumiLangit universe selanjutnya. Oke saya akan membahas dulu hal yang menurut saya bagus dari film ini.

Pertama adalah dari segi pembentukan karakter setiap tokohnya bisa dibilang sudah sangat baik dimana diceritakan awal mula Sancaka kehilangan bapaknya lalu ditinggal oleh ibunya dan ketakutannya akan petir sudah terbawakan dengan baik.

Begitu juga disegi pemeran Antagonisnya dimana kita disajikan masa lalu dari Pengkor dan kenapa dia bisa menjadi seorang vilain yang bisa dikatakan pintar dalam merencanakan sesuatu.

Nah selanjutnya yaitu pengambilan gambar dan skoring yang sangat bagus juga dimana setiap adegannya selalu diiringi skoring yang sangat pas untuk menggambarkan suasana yang terjadi dan bahkan bisa menambah feeling kita pada adegan tersebut. Lalu sekarang saatnya beralih ke kekurangannya, pertama yaitu alur dan cerita yang bisa dikatakan sedikit membingungkan karena memang menurut saya itu dilakukan untuk memberikan sedikit penjelasan tentang kelanjutan dari film atau film – film BumiLangit universe lainnya, jadi film ini memang benar – benar menjadi pembuka bagi semua film yang akan hadir di BumiLangit universe.

Sekian sedikit review dari saya tentang film GUNDALA, apakah kalian memiliki pendapat lainnya? Silahkan kirim pendapat kalian di kolom komentar yaa. Terakhir, Yuri Out and See Ya!

review

[Review Novel] In a Blue Moon by Ilana Tan

In a Blue Moon by Ilana Tan

Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu – oh – bukan! – melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur.

Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, terjadi, tentu saja – kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.

Judul : In a Blue Moon
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia
Terbit : April 2015

Setelah sukses dengan novel empat musimnya, Ilana Tan tak pernah berhenti berkarya. Salah satu novel besutannya yang menjadi best seller lainnya yaitu berjudul In a Blue Moon.

Novel yang rilis tahun 2015an ini memang memiliki alur cerita yang terkesan lebih ‘enteng’ daripada novel empat musim yang rata-rata membawa ending tragis atau konflik yang menguras air mata. Novel ini menceritakan tentang Sophie Wilson yang dijodohkan oleh kakeknya dengan cucu dari sahabat lamanya, Lucas Ford.

Hal yang mengejutkan ternyata Sophie dan Lucas sudah saling mengenal, mereka adalah teman semasa SMA. Namun masalahnya ada di rasa benci Sophie kepada Lucas yang tak kunjung mereda walau sudah bertahun-tahun lamanya. Sophie tentu saja merasa tidak ingin mengenal Lucas, apalagi untuk menikahinya.

Namun Lucas merasa harus mendekati Sophie karna ingin mengubah pendapat buruk gadis itu tentang dirinya serta karna Lucas memang tulus menyukai Sophie dan bukan karena keinginan kakeknya.

Sosok Lucas digambarkan begitu manis oleh Ilana Tan, seseolah yang paling bisa membuat jadi senyum-senyum sendiri setiap melihat tingkahnya. Konfliknya juga tergolong biasa aja dan malah sedikit bisa dibilang berlebihan bagi Sophie yang masih membenci Lucas bahkan saat kejadiannya sudah terlewat sepuluh tahun lamanya.

Untuk gaya penulisan di novel ini juga masih seperti andalan Ilana Tan biasanya, ia menggunakan dialog baku yang kadang bikin pembaca merasa canggung namun tetap asik untuk dinikmati sampai akhir. Alurnya juga menggunaka maju mundur walau menurut saya secara pribadi kisah flashbacknya masih kurang membuat pembaca mati penasaran.

Tapi secara keseluruhan, ini merupakan novel yang layak dibaca sampai akhir dan harapannya semoga bisa diangkat ke layar lebar.

Sampai jumpa di review berikutnya^